by

Tokoh Agama Papua : Masyarakat Papua Menyambut Positif Otsus Jilid II

KameraPapua.com, (16/10/2020), – Pdt Alexsander Mauri selaku Sekretaris FKUB Jayawijaya mengatakan, terlepas adanya penolakan dari masyarakat dana otsus Papua mempunyai dampak positif. Hanya saja, belum adanya regulasi yang sesuai dalam menata kelolanya dengan baik.

Agar dana otsus Papua bisa sampai tepat sasaran, Mauri meminta ketegasan pemerintah Pusat dalam penggunaannya di daerah. Terlebih lagi, tidak ada penegakan hukum bagi aparatur di Papua, Kabupaten, Kota di Papua dalam penggunaan Otsus tidak tepat sasaran.
Dirinya juga berharap, agar unsur pemerintah, masyarakat adat dan agarma dilibatkan dalam pengelolaan dana otsus.

Tentu saja problem ini perlu menjadi perhatian pemerintah, sehingga revisi otsus Jilid II perlu dilanjutkan dengan tetap memperbaiki sistem yang ada.

Pada kesempatan berbeda, Menko Polhukan Mahfud MD mengemukakan tidak ada niat atau rencana pemerintah untuk mengakhiri status otonomi khusus (otsus) di Papua. Pasalnya status tersebut adalah perintah dari UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua.

Ia mengatakanm dalam perpanjangan nanti, pemerintah akan mengontrol masalah administrasi yang lebih ketat untuk dana Otsus. Hal tersebut bertujuan agar dana Otsus bisa tepat sasaran dan memang ditujukan untuk pembangunan masyarakat Papua.

Mantan pimpinan MK tersebut menuturkan bahwa pemerintah tidak memakai pendekatan keamanan dalam memajukan Papua. Pemerintah tetap pada kebijakan yang diambil sekarang, yaitu pembangunan Papua secara komprehensif.

Pendekatan komprehensif akan disesuaikan dengan situasi keamanan. Apabila terjadi kerusuhan, pemerintah akan melakukan pengamanan.

Otsus merupakan proses membangun jiwa raga. Karena itu, hal baik yang sudah didapat dari otsus, seperti pada sektor pendidikan yang merupakan investasi sumber daya manusia, terus ditingkatkan.

Pelaksanaan Otsus juga mendapatkan dukungan dari tokoh masyarakat Papua, salah satunya datang dari tokoh masyarakat Yalimo di Kota Jayapura Soleman Eselo yang mengaku bahwa pelaksanaan Otsus Papua sangat membantu orang pegunungan berhasil dalam berbagai bidang.

Sejak tahun 1981, Soleman telah bertugas sebagai pendidik dan sudah banyak anak didiknya yang kini menjadi pejabat, dengan adanya dana otsus pihaknya banyak mendapat bantuan, mungkin jika tidak ada otsus, gedung tempat ia mendidik siswa masih rusak dan jelek. Sehingga ia juga memohon agar Otsus tetap dilanjutkan demi membangun Papua.

Pembangunan dan kemajuan Papua tentu menjadi salah satu hal yang diinginkan oleh pemerintahan saat ini. Revisi otsus Jilid 2 tetaplah diperlukan agar wilayah paling timur Indonesia tersebut memiliki daya saing dengan wilayah Indonesia lainnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *