by

Pengungsi Korban Teror di Intan Jaya Desak Pemerintah Usir KKB

Jayapura, KameraPapua.com, (13/02/2021), – Masyarakat di Intan Jaya yang sempat mengungsi ke Bilogai didapati mulai mengeluhkan situasi yang terjadi pasca penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap salah seorang penjaga kios bernama Ramli.

Diketahui masyarakat yang mencari perlindungan di kawasan Pastoran dan Gereja St. Misael tersebut sempat mendirikan pondok-pondok kecil sebagai tempat menginap sementara dikarenakan merasa ketakutan atas aksi-aksi teror yang dilakukan oleh jaringan separatis di Papua tersebut.

Dalam peristiwa tersebut Pastor Paroki Bilogai, Pastor Yustinus Rahagiar, mengaku tidak bisa mencegah kedatangan umat. Hal itu disampaikan Pastor sebab pihaknya merasakan gelisah yang penuh kekhawatiran yang terjadi pada umat.

“Kami tidak bisa berbuat banyak, memang suasana terlihat pabik dan sangat tegang. Umat sangat terlihat gelisah dan khawatir tentang apa yang terjadi,” ujar Pastor Yustinus dalam keterangannya.

Salah seorang warga pengungsi bernama Opinus Tipagau dalam keterangannya menyatakan bahwa permintaannya kepada pemerintah untuk memikirkan kondisi jangka pendek yang saat ini harus dijalani oleh warga di pengungsian.

“kami sangat khawatir jika kondisi seperti ini terus terjadi. Dimana kami akan tetap tinggal? Kami tidak mungkin selamanya ada disini. Kami adalah tuan dari tanah ini, kami ingin ada kenyamanan di tempat tinggal sendiri,” ujar Tipagau. 

Pihaknya juga menilai bahwa upaya pemerintah untuk mengusir kelompok-kelompok separatis harus segera dilakukan karena mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga di Intan Jaya.

“Pemerintah bisa melakukannya, segera saja diusir. Mereka kejam karena sudah membunuh, mencuri ternak, situasi seperti ini sangat menakutkan. Kami juga tidak mau berlama-lama berada di pengungsian seperti ini,”

Tipagau mengakui bahwa seluruh pengungsi di Pastoran sepakat saat menyampaikan agar pemerintah dapat segera menindak dan menyelesaikan konflik bersenjata yang berimbas pada situasi keamanan di Intan Jaya.

“Harapan kami semua agar konflik ini tidak lagi terjadi. Tentang bagaimana cara yang dilakukan, tentu negara sudah memikirkannya lewat aparat TNI polri yang juga berada di Intan Jaya sekarang,” ungkapnya.

Tipagau juga menggambarkan keberingasan KKB yang biadab karena sudah banyak korban tak bersalah yang harus meregang nyawa. Pihaknya mengatakan jika tidak hanya aparat yang menjadi sasaran teror penembakan, melainkan warga sipil juga ikut terseret dalam konflik yang terjadi.

“Sudah banyak aparat keamanan yang menjadi korban penembakan. Jadi tolong kepada pemerintah untuk tegas mengusir mereka dari Intan Jaya. Karena jika dipelihara akhirnya warga sipil seperti kami ini akan terus terlibat dengan konflik, tidak jarang juga kami disangka mata-mata. Padahal kami tidak ada kepentingan seperti itu,”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *