by

Mahfud MD Sebut Ada Tiga Kelompok Separatis di Papua

Jayapura, KameraPapua, (31/05/2021) – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan, ada 3 kelompok separatis yang bermain isu di Papua. Ketiganya memiliki jalan perjuangan masing-masing untuk memerdekakan Papua.

“Pemerintah melakukan pendekatan berbeda-beda untuk tiga kelompok separatis tersebut”, ujar Mahfud.

Mahfud MD menyebutkan, kelompok separatis yang pertama adalah kelompok politik. Mereka merupakan kelompok yang berjuang resmi melalui organisasi politik.

Kedua adalah kelompok penyusup. Kelompok ini adalah mereka yang menyusup diam-diam untuk memperjuangkan kemerdekaan.

“Ada yang menyusup kesana, loby ke sana, loby kesini. Tidak dalam bentuk organisasi tertentu”, ungkap Mahfud dalam acara dialog bertajuk ‘Silaturahmi Kebangsaan Membangun Papua Dengan Dalam Melalui Berbagai Program’ yang ditayangkan di YouTube Kemenkopolhukam, Jumat (28/05/2021).

Ketiga, kata Mahfud, adalah Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP). “Nah, terhadap tiga kelompok tersebut, pemerintah melakukan pendekatan berbeda. Terhadap kelompok politik, pemerintah mengutamakan pendekatan dialog”, jelasnya.

“Nggak ada kok orang yang punya gerakan politik, ngajak bicara, ngadukan keinginan kok ditindak secara militer. Ditindak polisi, tidak ada. Tidak boleh”, ujarnya.

Nah, terhadap kelompok penyusup, pemerintah melakukan operasi politik. Misalnya dengan mengajak mereka bekerja sama, melakukan operasi intelijen menggalang tokoh-tokoh Papua, melakukan operasi teritorial, menjalankan tugas-tugas pemerintahan, polisi maupun TNI.

Tetap terhadap kelompok KSTP, pemerintah tidak menoleransi. Dia memastikan memilih pendekatan penegakan hukum sebagaimana tercantum dalam UU Terorisme Nomor 5 tahun 2018.

Mahfud MD mengatakan, tindakan teror itu unsur-unsurnya yakni, melakukan kekerasan, sifatnya massif, korbannya warga sipil, merusak fasilitas umum, merusak fasilitas objek vital, dan dilakukan berdasarkan idiologi politik dan keamanan.

“Nah terhadap KSTP inilah kita menyatakan akan menegakkan hukum sesuai dengan UU Nomor 5 taun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Kenapa? Karena mereka melakukan tindakan teror”, tegas Mahfud MD.

Turut hadir dalam dialog itu tokoh-tokoh Papua seperti Yoris Rawayei, unsur gereja PGI, aktivis HAM Haris Azhar Azis dan yang lain.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *