by

Bunuh Warga Sipil di Yahukimo Papua, TNI Sebut Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) Gunakan Senjata Rampasan

Jayapura, KameraPapua, (01/07/2021) – Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) kembali menebar teror dan melakukan pembunuhan di Papua.

OPM atau Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) membunuh warga sipil lagi.

Kali ini sebanyak empat warga dikabarkan meninggal dunia dan 1 orang mengalami luka tembak.

Aksi teror itu terjadi di Kampung Bingki, Kabupaten Yahukimo, Papua, Kamis (24/6/2021).

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP) itu menggunakan senjata rampasan.

Senjata itu dipastikan milik TNI yang dirampas beberapa waktu lalu.

“Aksi pembunuhan terhadap pekerja tambang dan pekerja proyek jembatan PT. Seremoni di Kabupaten Yahukimo yang menyebabkan 4 orang MD (meninggal dunia) dan 1 orang luka tembak” katanya.

“Diduga pelakunya adalah Kelompok Tandius Gwijangge alias Tandius Murib dimana senjata yang digunakan yaitu senjata milik anggota yang dirampas oleh mereka saat anggota Satgas melakukan pengamanan proyek di Bandara Nop Goliat Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo,” kata Suriastawa

Bermula dari kelompok teroris OPM itu menyerang Satgas yang sedang melaksanakan pengamanan proyek tanggul di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo pada 18 Mei 2021.

Penyerangan itu mengakibatkan dua satgas itu gugur dan 2 pucuk senjata hilang dibawa kelompok itu.

Suriastwa menegaskan aksi ini dapat membuka mata semua pihak.

Bahwa benar kelompok teroris ini merupakan musuh bersama dan harus dilawan bersama agar tidak ada lagi korban.

“Mereka ini kan teroris, yang tidak ingin Papua dibangun menjadi maju dan sejahtera serta menjadikan masyarakat sipil sebagai korban aksi-aksi terornya,” tegas Suriastawa.

Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mengecam aksi teror tersebut.

Ia berharap aparat keamanan segera menangkap para pelaku dan aktor intelektualnya.

“Datanya (daftar kelompok teroris) kan, katanya sudah ada semua. Termasuk aliran-aliran dana ke Teroris ini. Jadi jangan sungkan-sungkan, kejar dan tangkap pelakunya dan aktor intelektual di belakangnya,” kata Bobby.

Menurut Bobby, aparat keamanan juga perlu mengevaluasi operasi keamanan di Yahukimo.

Sebab gerakan teroris di kawasan itu dinilai cukup intens.

Bobby juga menyinggung soal dana otonomi khusus (otsus) yang saat ini tengah digodok.

Bobby berharap dana otsus tidak lagi diselewengkan, apalagi jika benar sampai mengalir kepada kelompok teroris.

“Solusi untuk masalah Papua ini, baiknya bukan diberikan uang kas seperti Dana Otsus. Tapi hendaknya dalam bentuk Pembangunan Otsus, karena rawan bocor. Pendanaan teroris di Papua ini harus segera diungkap dan tangkap aktor-aktornya,” pungkas Bobby.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KBB) kembali beraksi melakukan teror dan membunuh pekerja bangunan di Kampung Bingky, Kabupaten Yahukimo, Papua, Kamis (24/6/2021) pagi.

Kelompok bersenjata di bawah pimpinan Tendius Gwijangge tersebut mengadang truk material yang mengangkut pekerja.

KKB yang berjumlah 30 orang pun menembak mati tiga pekerja yang berada di truk material tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengungkap kronologi kejadiannya.

Menurut Kamal, para pelaku mengadang truk material yang ditumpangi para korban saat melintas jembatan Kali I Kampung Samboga Distrik Seradala.

“KKB menghadang truk yang ditumpangi para korban,” kata Kamal di Jayapura, Jumat (26/6/2020).

Tendius Gwijangge dan anggotanya menggunakan alat tajam berupa anak panah, kapak, parang, samurai saat melakukan aksinya.

Sementara, dua orang dari KKB membawa dua pucuk senjata api laras panjang.

Selain menembak mati tiga pekerja, Tendius Gwijangge Cs juga menyerang dua pekerja hingga kritis.

Bahkan, empat orang pekerja lainnya disandera.

Kini lasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak keamanan.

Semua korban adalah warga sipil yang bekerja pada PT Sinama untuk pembangunan Proyek Jembatan Kali Kuk Kampung Samboga, Distrik Seradala.

Truk yang dikemudikan korban, Saiful, diadang saat hendak menuju PT Berantas di Kampung Sukamo, seusai mengambil material proyek berupa batu ciping dari Camp Kali Kuk di Kampung Samboga.

Truk sempat kembali ke arah Camp PT Seremony Kali Kuk untuk berkumpul bersama karyawan dan warga setempat.

“Namun pimpinan KKB memerintahkan pasukannya segera melakukan pemeriksaan dan operasi,” ujar Kamal.

Sekira pukul 15.50 WIT, personel Polres Yahukimo mendapatkan informasi lewat telepon bahwa telah terjadi penembakan terhadap warga Bingky bernama Obaja Nang, oleh KKB Kali I.

“Kapolres Yahukimo AKBP Deni Herdiana berkoordinasi dengan Dandim 1715/Yahukimo Letkol inf Christian Ireuuw guna menangani kasus ini,” jelas Kamal.

Adapun tiga korban meninggal; Suardi, Sudarto, dan Idin (Belum teridentifikasi).

Dua korban luka; Saiful (47) warga Dekai, luka serpihan kaca mobil, dan Obaja Nang (35) warga Kampung Bingky, luka tembak pada bagian paha.

Sementara empat pekerja yang disandera masih dalam penyelidikan polisi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *